Postingan

Gambar
Day 1  Buku ini yang akan menjadi pilihanku dalam menemani 15 hari berlayar. Berisikan memoar rumah tangga muda 5 tahun. Bagaimana saat-saat pengambilan keputusan, saat menjalankan pilihan dan hal-hal lain yang perlu banyak kita pelajari.  Atau bolehkah aku juga ikut menceritakan kisahku selama 15 hari ini? Entahlah. Mari kita lihat esok hari. 
Zona 4 Day 10 Aktivitas hari ini: Live ig dengan praktisi disabilitas Proses kreativitas: Memakai JBI  Tujuan belajar: IC : membagikan pengetahuan tentang penyandang disabilitas CI : meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas AD : mencoba hal baru dalam membagikan ilmu NA: mengundang praktisi disabilitas Refleksi : banyak hal yang harus kita refleksikan dalam hidup
Zona 4 Day 9 Aktivitas hari ini: Menulis caption tentang kebidanan Proses kreativitas: Menyampaikannya dengan bahasa yang santai Tujuan belajar: IC : membagikan ilmu dengan cara yang berbeda CI : lebih menarik untuk dipahami AD : mencoba hal baru dalam membagikan ilmu NA: berdasarkan jurnal Refleksi : sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat
Zona 4 Day 8 Aktivitas hari ini: Membuat konten mitos/fakta di story Proses kreativitas: Memasukkan isu yang sering beredar di masyarakat Tujuan belajar: IC : membagikan ilmu dengan cara yang berbeda CI : lebih menarik untuk dipahami AD : mencoba hal baru dalam membagikan ilmu NA: berdasarkan jurnal Refleksi : sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat
Zona 4 Day 7 Aktivitas hari ini: Merombak pola kelas MBB Proses kreativitas: Pembagian struktur yang jelas serta feedback yang didapat Tujuan belajar: IC : mengembangkan, memperluas, memperbaiki sistem CI : lebih profesional dalam mengerjakan jobdesk AD : mencapai target NA: keterbukaan dalam team Refleksi : hilangkan rumus ketidakpastian dan saling terbuka
Zona 4 Day 6 Aktivitas hari ini: Menyusun agenda volunteer mbb Proses kreativitas: Dilakukan by wa dan google meet Tujuan belajar: IC : memanage team agar lebih efektif CI : memahami masing² jobdesk AD : memberikan hasil sesuai yang diharapkan NA: meminta pertolongan Allah Refleksi : komunikasi harus lebih lancar
Zona 4 Day 5 Aktivitas hari ini: Mengedit story dg inshoot Proses kreativitas: Memasukkan musik ke video beserta tulisan yang pas Tujuan belajar: IC : melatih skill editing video CI : menggunakan tools lebih banyak AD : pesan sampai ke followers lebih baik  NA: mengemas kebaikan dengan lebih baik Refleksi : banyak hal yang harus dipelajari lagi
Zona 4 Day 4 Aktivitas hari ini: Menonton star up Proses kreativitas: Dipelajari untuk diterapkan ke komunitas sendiri Tujuan belajar: IC : Mencari ide²/makna dalam film CI : mencatat poin-poin penting AD : menemukan makna NA: memahami maksud dan tujuan sebuah peristiwa pasti yang terbaik dari Allah Refleksi : sangat membantu sebagai tambahan knowledge tentang dunia star up
Zona 4 Day 3 Aktivitas hari ini: Menyelesaikan buku bacaan Proses kreativitas: Mengganti tempat baca, suasana Tujuan belajar: IC : menyelesaikan tanggung jawab CI : menikmati setiap bacaan AD : tidak lompat-lompat NA: memahami semua harta akan dihisan Refleksi : menambah wawasan, tak perlu tergesa-gesa
Zona 4 Day 2 Aktivitas hari ini: Membuat timeline project RP Proses kreativitas: Mengadopnya ke dalam bentuk desain Tujuan belajar: IC : bisa menyelesaikan project lebih efesien dan semangat CI : mencoba berbagai tools canva AD : mengubah warna, memakai ilustrasi NA: memulai dg bismillah
Zona 4 Day 1 Aktivitas hari ini: Menghandle kelas KBC batch 8 Proses kreativitas: Berkomunikasi lebih menarik dalam memancing audience Tujuan belajar: IC : mengetahui rasa menghandle kelas sekaligus menjadi fasilitator menjawab pertanyaan seputar kesehatan ibu da anak CI : atm bacaan² dan referensi ke bahasa sendiri AD : memahami bacaan ilmiah untuk digunakan ke bahasa sehari² NA: menyertakan sumber dan menjawab pertanyaan sesuai kemampuan
Untuk sebagaian orang, mungkin yang terjadi hari ini butuh penerimaan yang cukup berat. Karena penerimaan itu nggak hanya tentang 'mengiyakan' adaptasi yang harus dilakukan terhadap perubahan yang ada. Menerima secara fisik, menerima secara akal, pun mnerima semuanya dengan hati. Apa iya menyelaraskan ketiga hal ini nggak sulit? Sulit. Tentu begitu sulit. Tetapi, hidup harus terus berjalan. Dalam surat al-hadid Allah begitu jelas mengatakan kalau yang terjadi sama kita itu sudah ditetapkan jauh sebelum bumi ini ada. Yang ada di langit, di bumi, di kedalaman laut, semuanya sepersekian detikpun takkan terlewat dari rencana-nya Nggak usah mikir yang aneh-aneh. Hidup itu ya gini. Nggak bisa semuanya harus dipahami sama akal. Intinya, gimana kita terus berusaha, bahkan di keadaan yang paling buruk sekalipun, iman kita tetap terpupuk dengan baik. Sembari n menanti ramadhan

Seringnya

Seringnya kita lupa, bahwa yang sesungguhnya yang kita cari di dunia ini bukanlah sekedar rasa bahagia. Alih-alih itu menjadi tujuan kita, betapa banyak kita melewati peristiwa yang menimbulkan rasa bahagia pada diri, nyatanya yang mengiringi rasa bahagia itu tetaplah kehampaan, kekosongan bahkan tanpa arti. Dibalik segala rutinitas yang kita lakukan setiap hari satu hal yang kita harapkan, bahwa semua yang sudah kita kerjakan tadi nantinya akan berbuah manis; kebahagiaan. Namun, seiring berjalannya waktu justru timbul pertanyaan, apakah memang itu yang kita cari di dunia ini? Karena rasanya, rasa bahagia itu semakin ke sini tak lagi menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Ada hal yang lebih luas dan dalam yang jiwa kita inginkan. Sesuatu yang akhirnya mengisi segala kekosongan itu. Bahkan sesuatu itu seharusnya mampu kita dapatkan dalam segala keadaan, baik dalam bahagia maupun kecewa. Apa itu? Makna hidup. Betapa riuhnya orang-orang mengumpulkan berbagai hal untuk hidupnya, tapi lupa a...

IMIF 2019

Di sesi terakhir, kami menangis sejadi-jadinya menceritakan jalan juang kami masing-masing untuk sampai ke tempat ini . Ada yang harus berhutang, ada yang hampir refund tiket pesawat, ada yang bertengkar dengan dosen dan cerita pedih lainnya. Tak ada yang kami bawa, selain semangat untuk berperan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Terimakasih bidaninisiator telah memberikan ruang pembelajaran semenghebatkan ini. Berhasil meruntuh pertahanan 'sok tahu' kami;bahwa ternyata banyak ketidakmengertian kami dalam menyelesaikan masalah. Bahwa kami bukan seorang hero;wonder woman atau apalah bentuknya yang akan menyelamatkan dunia dengan jurus-jurus yang kami miliki saja. Di sini, kami harus merombak kembali segala inisiasi yang kami punya. Pun di sini, kami lebih banyak diam, merenung dan berefleksi kembali atas apa-apa yang kami sebut 'berjuang' selama ini. Pada akhirnya kami menyadari, bahwa segala sesuatunya selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Dan seringkali lang...

2020

Terimakasih 2019. - . Tahun yang cukup rumit dengan segala drama korea di dalamnya. - . Tahun yang kian mendebarkan dengan adegan-adegan tak terduganya. - . Tahun penuh keberanian dengan segala keputusan spontan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. - . Tahun penuh keriuhan dengan fluktuasi iman yang begitu signifikan. - . Saat diri ingin berlari kencang, justru Allah minta untuk tetap berjalan dengan tenang. Saat diri memilih untuk belajar, justru Allah meminta untuk saatnya mengajar.  Tentang menyeimbangkan peran, memberi, berkolaborasi, menambah atau meniadakan rencana-rencana diri dengan penuh ketabahan. Bahwa harapan layaknya pasti yang tak mudah untuk digenggam. Di 2019 lahirnya @rumahperempuan @ceritakebaikanramadhan @kartini.muslimah dan @indonesianfuturemidwife dengan segala jalan terjal yang menyertainya. Kini, kembali berefleksi, akan dibawa kemana semua inisiasi ini? Barangkali, memang ada banyak hal yang perlu ditata kembali di 2020. Tak apa-apa....

Teman perjalanan

Menguatlah seiring banyaknya orang yang menganggapmu lemah. - . Beranilah seiring banyaknya orang yang menganggapmu penakut . - . Berbuatlah seiring banyaknya orang yang menganggapmu tidak bisa melakukan apa-apa. - . Mereka tidak pernah tahu bagaimana kerasnya juangmu untuk sampai ke hari ini. Menguatlah seiring banyaknya orang yang menganggapmu lemah. - . Beranilah seiring banyaknya orang yang menganggapmu penakut . - . Berbuatlah seiring banyaknya orang yang menganggapmu tidak bisa melakukan apa-apa. - . Semoga yang saat ini kita perjuangkan adalah apa-apa yang Allah tugaskan, apa-apa yang Allah ridhakan. Meski pada kenyataannya sesak itu tidak datang sekali saja, kesedihan itu tidak hadir sementara dan kekecewaan itu Mereka tidak pernah tahu bagaimana kerasnya juangmu untuk sampai ke hari ini.

Menapaki anak tangga

Hidup itu memang tentang perjuangan, dear. Berjuang menapaki satu-persatu anak tangga untuk menuju puncak. Menerka-nerka tentang apa yang akan kita jumpai pada tiap anak tangganya. Boleh jadi rasa senang atau kesedihan. Tiada yang tahu. Langkah demi langkah yang kita mulai seakan pertanda bahwa hidup ini memang tidak mudah. Rasanya, selalu saja ada yang membuat kita rapuh, selalu saja ada yang membuat kita sakit, selalu saja ada yang membuat kita kehilangan. Entah kehilangan kepercayaan diri, momen, kesempatan, seseorang, atau bahkan impian yang kita rajut begitu baik sebelumnya. Anehnya, kita seringkali bertemu dengan apa yang kita takutkan, kita seringkali berjumpa dengan apa yang kita khawatirkan. Semesta seakan sengaja membuat kita harus menapaki anak tangga selanjutnya meski kita tengah berada dalam keadaan yang tidak pernah siap. Tapi apakah kamu ingat, dear? Di tengah ketakutan dan kekhawatiran itu ternyata semuanya tetap bisa kamu lalui dengan baik. Sedikit demi sedikit, pe...

Ketakutan

Barangkali ketakutan yang nyata ada pada diri kita ialah ketakutan untuk menjalani konsekuensi atas keputusan yg sudah kita buat. Yang mau tidak mau, setiap hari harus kita nikmati prosesnya. Yang siap tidak siap, ia tetap akan kita hadapi. Ragu, cemas, khawatir, tentang segala hal yang tidak benar-benar bisa kita kendalikan dengan sepenuhnya. Karena memang tugas kita bukan pada hasilnya tapi pada ikhtiarnya. Barangkali ketakutan yang nyata ada pada diri kita ialah ketakutan akan mencintai diri kita secara utuh . Menerima segala bentuk kekukarangan yang ada pada diri. Memahami semua keterbatasan yang memang tak perku kita lakukan segalanya dengan sempurna. Karena memang tidak ada yang menuntut kita untuk seperti itu. Barangkali, ujung dari ketakutan ini sesungguhnya adalah ketidaksiapan diri. Tidak siap untuk gagal, tidak siap untuk patah, tidak siap untuk memberi dan menerima, tidak siap untuk berjuang dan tidak siap untuk kerja keras. Tidak apa-apa. Kita hanya perlu mencoba untu...
Tak ada ruang kehidupan tanpa pembelajaran yang sudah Allah siapkan di dalamnya. Yang kadang kita tidak pernah tahu dimana ujung pembelajaran ini, sampai kapan dan dengan siapa kita harus menghadapinya.

Fase bertumbuh yang baru

Dulu , pernah berada di fase hopeless sama diri sendiri. "Ya Allah, kok mona banyak kurangnya sih?" Pemalu, penakut, panikan, terburu-buru. Padahal buanyak banget yg mau dilakuin, tapi terjebak sama pikiran sendiri. Sampai Allah bilang "Kamu bisa.. Kamu bisa.." hingga Allah takdirkan di tempat yang rasanya tuh nggak mungkin banget bisa survive di sana. Mulai dari masuk kebidanan yang mau ndak mau harus bisa ngomong sama orang banyak, harus jadi orang berani, harus tenang. Nggak hanya sampai di sana, Allah sibukkan sama berbagai organisasi, lagi-lagi mesti out of comfort zone. Disuruh ngurusin A, B, C sama Allah. "Ya Allah, gimana caranya mona ngejalanin ini semua?" Dan memang, semua teori yang mona buat sendiri itu terbantahkan. Banyak proses yang sengaja Allah kasih buat jadi ruang bertumbuh mona. Hingga lahirlah diri mona yang sekarang-yang semoga lebih baik dari sebelumnya. Oke, yang ini sudah kan mona? Mona ndak selemah yang mona pikirkan, bukan? ...